TERLAHIR TAHIR

Kepada; (1602-1945)

Kesatria memantik pijar putih-

dan merah dari lubuk gelora di dadanya

: sembuhkan duka dalam kesenjangan masa

sembari kita merawat riwayat; pilu dahulu-

bedebah bagai hama perusak lingkungan.

 

Menyulut sumbu bara yang binasa

amarah kami meledak bagai bom hiroshima.

kami pergi mengantongi kemenangan

karena kekalahan, hanya ada bagi para penindas.

 

Liwa ganjil menari diatas tiang kebebasan

tertanda merdeka belum siap melipat mata

sampai waktu yang dinanti-nanti sudah tiba

sampai waktu merayakan akhir sudah tiba.

 

Proklamasi menggema, menyiarkan kebahagiaan

setelah derita, kita merayakan; reinkarnasi iindonesia

 

Sidoarjo, 22 Agustus 2025


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECARIK ILMU YANG BERTAMU

MENJELMA SELAYAK BAHASA

Api Jiwa Jugala