Api Jiwa Jugala
tergelar semangat
yang banda
di palung imaji,
jati menyuapi
nafsu dari
gelanggang takdir
Di dada bertuba
kepala menyalin sabda
Pada tubuh bertuan
ini, “Ngudag mimpimu, Kang”
Doa ibu melolong
dalam sunyi
menggema diantara liang
waktu
melepas lunas
tuntas isak kalbu
yang tak kunjung
bertabu
Tanyaku mengampah
dikepala
diakrabi kecemasan
yang membumi
diakrabi luka kita
yang membumi
“Tiasa aing
ngalakukeun eta?”
Di sanubari hati,
bersusah-payah
Mengalahkan ego
yang merogoh
harapan dari saku
kearifan
tuk hapus dosa
bercucuran
Dimuka awan, cemas
merentangkan tangannya dan
mata waktu enggan
berkedip, kakiku menapaki
rambu kegelisahan
serta mengokang gelebah
Pagi tandas
merebah kesedihan yang runyam
aku menggenapkan
dalil
merekah mimpi
lampau
dan
harapan-harapan tua.
Sidoarjo 22
Oktober 2025
.jpg)
Komentar
Posting Komentar