Postingan

SEBATANG JANJI

Gambar
Di sebuah alam tersemai sepokok pohon batang tua bagai dia yang renta di sebuah tanah tandus yang termakan kehidupan dan menjadi tempat tinggal rontoknya tangkai Pernah sesekali aku meninjau pohon itu pernah sesekali aku mencaci batang pilu di hutan rimba bertabur benih kehidupanmu yang menjadi riwayat penuh arsip Di antara kau dan aku yang misterius kita menyalin sabda masehi dan menyulamnya menjadi janji

SECARIK ILMU YANG BERTAMU

Gambar
Dalam arsip misteri negeri, tersembunyi bakat yang tertahan generasi baru serupa wajah elok esok generasi baru bagai tajam mata bangsa   Gaung semangat terdengar di jari-jari doa menengadah asa tuk menanam harapan menyulam secarik kehidupan yang rimba   Kesehatan seolah jadi kunci pintu juang jiwa-jiwa terlahir dari saripati juang dokter-polisi akan jadi benteng maka, jaga dan rawatlah!   Usaha nya seakan memeluk mimpi yang jadi pahlawan jaya tuk masa depan   Berjuang tuk hapus bedebah berjuang tuk ciptakan sejarah walau bersimbah darah kegagalan   Belajar buat pintar pintar buat bagus bagus buat pujian pujian buat senang senang buat pahala pahala buat surga surga buat nikmat   Nikmat buat kebahagiaan kebahagiaan melipat segala lekat dari apa yang kita pelajari. Sidorjo, 25 Februari 2026

TERLAHIR TAHIR

Gambar
Kepada; (1602-1945) Kesatria memantik pijar putih- dan merah dari lubuk gelora di dadanya : sembuhkan duka dalam kesenjangan masa sembari kita merawat riwayat; pilu dahulu- bedebah bagai hama perusak lingkungan.   Menyulut sumbu bara yang binasa amarah kami meledak bagai bom hiroshima. kami pergi mengantongi kemenangan karena kekalahan, hanya ada bagi para penindas.   Liwa ganjil menari diatas tiang kebebasan tertanda merdeka belum siap melipat mata sampai waktu yang dinanti-nanti sudah tiba sampai waktu merayakan akhir sudah tiba.   Proklamasi menggema, menyiarkan kebahagiaan setelah derita, kita merayakan; reinkarnasi iindonesia   Sidoarjo, 22 Agustus 2025

MENJELMA SELAYAK BAHASA

Gambar
  Bahasa adalah rajutan tiap untaian bagai sutra lembut yang menjelma lewat helai-helai tutur membersamai kehidupan.   Bahasa serupa tajuk sungai nan sejuk menjumpa makna pada setiap akhir aksara, tapi seni dirapalkan mulut dengan nada jiwa lembut.   bagaskara berpendar dalam lubuk sanubari bangsa menyulam harapan anjaya yang tak akan sirna sepanjang hajat hidup.   Dalam tutur yang terus mendalu tak cuma deretan huruf alfabet tapi jiwa menyulamnya dalam lorong waktu yang selalu ditapaki.   Tirai hari esok terurai oleh kata dan makna, titik detik terus mengetik dalam kertas leutik.   Tumpah ruah jejak aksara menyeruak agung bak wajah jagat lafal reyot termakna oleh pelangi dengan pancarona yang permai jelita.   Sidoarjo, 19 September 2025.

Api Jiwa Jugala

Gambar
Angan menaungi jiwa muda tergelar semangat yang banda di palung imaji, jati menyuapi nafsu dari gelanggang takdir   Di dada bertuba kepala menyalin sabda Pada tubuh bertuan ini, “Ngudag mimpimu, Kang”   Doa ibu melolong dalam sunyi menggema diantara liang waktu melepas lunas tuntas isak kalbu yang tak kunjung bertabu   Tanyaku mengampah dikepala diakrabi kecemasan yang membumi diakrabi luka kita yang membumi   “Tiasa aing ngalakukeun eta?”   Di sanubari hati, bersusah-payah Mengalahkan ego yang merogoh harapan dari saku kearifan tuk hapus dosa bercucuran   Dimuka awan, cemas merentangkan tangannya dan mata waktu enggan berkedip, kakiku menapaki rambu kegelisahan serta mengokang gelebah Pagi tandas merebah kesedihan yang runyam aku menggenapkan dalil merekah mimpi lampau dan harapan-harapan tua. Sidoarjo 22 Oktober 2025

SAHAJA WIJAYA

Gambar
/kemanangan adalah ketika manusia tumbuh, menabur semerbak kusuma atas sesama/   gemintang bertabur melukis hangat pada ikatan saudara merangkai hasrat jiwa-jiwa terlahir dari untai kasih tertali dan tersulam sejak wangi azali   ada kalanya aku punya temaram, ada kalanya aku punya teman   tulus akan terbalas kebaikan akan membekas saripati hati menanam riwayat yang takkan lenyap dalam hayat   ada masanya kau perlu fajar aku masanya kau perlu ikhtiar   pijar pagi tersemat perjalanan penuh semangat canda menghiasi kita tawa merawat cerita   kita bertutur pada langit mengucap angan berdecit mengenang doa yang terus- mengalir ke muara keinginan kita mengukir bersama lukisan yang tiada tara di antara suka nan duka menjalin kasih bagai saudara   kita menggali marwah mencari benih berkah membenam jiwa bersama dalam ketulusan nan utuh sahaja Sidoarjo, 02 Februari 2026